NYONGKOLAN
RITUAL MENYATUKAN IKATAN KEDUA INSAN
Tradisi
di Lombok tidak terlepas dari ajaran agama islam. Begitu pula dalam rangkaian
prosesi adat suku sasak yakni dalam prosesi pernikahan. Prosesi pernikahan suku
sasak mulai dari prosesi belakoq atau mbait hingga ke prosesi nyongkolan, semua
tidak terlepas dari ajaran agama islam.
Nyongkolan
merupakan tradisi yang menjadi salah satu dari rangkaian adat pernikahan di
Lombok. Nyongkolan sendiri berasal dari kata ‘’songkol” yang berarti
mendorong dari belakang atau bisa diartikan menggiring (mengiring). Mempelai laki-laki di beritahukan untuk
membawa perempuan kehadapan orang tuanya untuk menunjukkan bahwa anak
perempuannya diperlakukan dengan hormat dan baik oleh suaminya.
Dalam
iring-iringan pengantin keluarga dan kerabat mempelai perempuan yang memakai
baju adat yang diiringi rombongan musik tradisional seperti gendang beleq atau
rombongan rebana sepanjang perjalanan menuju rumah, kedua mempelai diiringi
dengan nyanyian atau sholawat-sholawat. Sesampainya di rumah perempuan,
pasangan akan sungkeman dan meminta doa dan restu kepada keluarganya. Tradisi
ini menandakan bahwa pihak keluarga sudah merestui pernikahan anak gadisnya dan
melepas anaknya untuk dibawa suaminya.
Seiring
berjalannya waktu, upacara sakral nyongkolan sudah banyak dinodai dengan
hal-hal yang kurang sedap di dengar di mata dunia. sepanjang iring-iringan para
pengiring lebih suka dengan mabuk-mabukan dan joget-jogetan dan bahkan menjadi hal
yang biasa ditemukan dalam nyongkolan saat ini. Hal negative tersebut
bersembunyi dibalik prosesi sakral tersebut sehingga nyongkolan dianggap
menjadi suatu yang tidak baik.
Waw kereeen
BalasHapusSapu sae
BalasHapusIni seperti mahakarya
BalasHapusNice
BalasHapusBagus
BalasHapusMenmbah pengethuan...terima kasih
BalasHapusMANTAP.
BalasHapusTrimakasi infonya
BalasHapusGood
BalasHapusGood
BalasHapusMantap
BalasHapusDapat menambah wawasan, terima kasih.
BalasHapusMantappp keren ! Trimkasih informasinya !
BalasHapus